Sabtu, 15 Juni 2013

apa guna SUAMI?


emansipasi emansipasi emansipasi ..........
bukan salah ibu kartini membela kaum wanita, yang salah adalah kita yang menyalahgunakan emansipasi tersebut. pria bisa menjadi korban atas kesewenang-wenangan wanita yang sudah diluar kendali. terkadang wanita bangga jika kedudukannya lebih tinggi dari pasangannya. dan anehnya tidak sedikit pria yang bangga memiliki wanita yang lebih "menghidupinya".

bayangkan saja jika wanita merasa dirinya mampu menangani semua, seperti jadi tulang punggung keluarga, mengurus pekerjaan rumah tangga, mencari nafkah walaupun suami masih mampu mencari nafkah. hanya karna anggapan emansipasi, dia rela membiarkan sang suami dirumah mengurus anak. emang pria mau berlama-lama jaga anak dirumah? dan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri?

sudah banyak suami nganggur dikarenakan istri mampu mencukupi kebutuhan hidup. sudah banyak sekali dan saya miris melihatnya. jika wanita mampu mengurus pekerjaan rumah tangga dan mencari nafkah, terus apa guna suami? (maaf, kata kasarnya, suami hanya untuk memperoleh keturunan saja). sementara harga diri seorang suami ada pada pekerjaannya. coba saja ingat kembali, saat dimintai data diri di sekolah, yang paling utama ditanya adalah pekerjaan ayah kan? saat kita masih anak-anak, pasti yang sering ditanya "ayah kerjanya apa?". saat mulai remaja teman-teman juga sering menanyakan secara langsung maupun tidak "bapaknya kerja apa?". saat punya pacar, calon mertua juga bertanya pada anaknya "apa pekerjaan ayahnya?" "dari keluarga yang bagaimana?". dan momen-momen lain.

ada juga cowok yang mengatakan seperti ini, "kalau aku punya istri nanti dia harus kerja juga. enak aja bisanya ngabisin harta gue doang."
lah, kalau hartamu itu bukan untuk keluarga, untuk siapa lagi? kalau kamu tegas sama istri untuk gunakan uang hanya untuk kebutuhan, dia gak bakal menghamburkan kan? kalau istrimu kerja, yang mengurus anak dan rumah siapa?
"nanti kan bisa sepulang kerja."
oooh seperti itu suami yang baik? tugas seorang istri tidak mudah, terus harus cari nafkah juga?
"pakai pembantu?"
ya, semoga anakmu nanti tidak menganggap baby sitter nya lebih berharga karna kamu dan istrimu sibuk kerja. lagipula kasih sayang orang tua lebih berharga dan sangat berpengaruh dalam pembentukan jati diri anak. (dan kasih sayang lebih berharga dari fasilitas sehebat apa pun). itu adalah pengakuan dari seorang anak dokter yang hidup serba mewah, namun orang tua sibuk dengan urusan masing-masing. parahnya lagi, ayah maupun ibunya tak saling berkomunikasi. ayah ngurus ini, ibu ngurus itu, anak gak diurus. alhasil, muncullah yang namanya perselingkuhan.

apa kalian tidak rela jika punya istri yang membangunkanmu pagi hari untuk ibadah dan bekerja, istri yang menyiapkan sarapan dengan masakannya sendiri, istri yang mengawasi langsung anak-anak dirumah, istri yang tersenyum manis menyambut kepulanganmu, istri yang mencucikan pakaian mu, istri yang mendoakanmu dalam kekhusyukannya?
ATAU, kamu lebih suka istri yang dari pagi pergi kerja, kamu makan di restaurant, atau dibekali masakan pembantu, dibangunkan alarm, pakaian dicucikan pembantu (pakaian dalam?), tidak tahu istri berhubungan dengan siapa saja disana?

yaaaa semua adalah hak setiap pribadi. namun jangan lalai akan kewajiban. kewajiban istri sebagai seorang ibu yang menjadi guru pertama dan utama bagi anak-anaknya, dan kewajiban seorang suami yang mencari nafkah untuk keluarganya.

jadi istri gak boleh kerja, gitu?
bukan seperti itu. istri boleh bekerja asalkan pekerjaannya tidak lebih tinggi dari sang suami, dan ingat dengan tanggungjawabnya sebagai seorang istri dan ibu. yang gak boleh itu, suami tidak bekerja padahal dari segi fisik dan mental sangat mampu.

terkadang penyebab suami tidak mau bekerja ada pada istrinya yang memiliki pekerjaan lebih menghasilkan.
so, untuk para calon suami dan calon ayah, jangan mau direndahkan oleh wanita nanti jika suatu saat dia akan mengungkit semua jerih payahnya, seperti "kamu bisa apa kalau tidak ada aku?" dan untuk wanita, ambillah tugas dan kewajiban kita, biarlah mereka mengambil tugas dan kewajibannya...

mau hidup damai dan bahagia, pertimbangkan nasihat dari siapa pun. tidak harus dari saya karna saya juga masih haus akan nasihat dan perbaikan... bukan bermaksud menggurui, hanya saja sebagai manusia alangkah baiknya saling berbagi.
semoga artikel ini bermanfaat.
terima kasih telah berkunjung :)
 

PATAH HATI??? please deh .. | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)